Minggu, 17 Februari 2008

Investasi Saham

Transaksi saham di pasar modal ternyata jauh lebih mudah dari yang Anda bayangkan. Kalau modal Anda minim, katakanlah hanya Rp 5 juta, Anda bisa membeli reksadana saham, dan tak perlu datang ke sekuritas. Anda cukup langsung datang ke manajer investasi atau bank yang menjual produk reksadana.
Sedangkan untuk langsung transaksi saham, Anda harus datang kes sekuritas. Setidaknya harus bermodal sekitar Rp 15-20 juta yang Anda harus setorkan ke rekening salah satu perusahaan sekuritas yang ada di bank. investor tersebut terlebih dulu membuka rekening efek di perusahaan efek yang dipilih menjadi wakilnya di bursa saham.
Selain diharuskan membuka rekening efek, investor juga harus membuka rekening dana. Pembukaan rekening ini menjadi syarat mutlak bagi investor yang akan berinvestasi di pasar modal. Pembukaan rekening biasanya diikuti dengan penyetoran sejumlah dana tertentu. Setelah itu, untuk menjual atau membeli sangat mudah dan cepat. Semudah dan secepat Anda membuka personal computer (PC). Anda bisa menelpon AO sekuritas untuk menjual atau membeli saham tertentu.
Dengan pembukaan rekening tersebut maka secara resmi Anda telah tercatat sebagai nasabah dan data identitas anda tercatat dalam pembukuan perusahaan efek seperti Nama, Alamat, Nomor Rekening Bank dan data-data lain. Bersamaan dengan pembukaan rekening ini, Anda menandatangani perjanjian dengan Perusahaan Efek yang menyangkut hak dan kewajiban kedua belah pihak.
Nah, setelah melakukan penyetoran berarti investor sudah resmi menjadi nasabah di perusahaan efek tersebut. Itu berarti ia sudah bisa memerintahkan broker via dealer di kantor perusahaan efek itu untuk membeli saham.
Perusahaan sekuritas yang serius menekuni bisnis ini, akan menyediakan fasilitas yang memadai, mulai dari trading room atau galeri yang nyaman, dealing room, hingga fasilitas komunikasi dan back office yang bonafid serta ditunjang sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk memberikan hasil riset secara periodik, harian, mingguan, bulanan dan tiga bulanan.
Memang, tidak semua perusahaan pialang yang memanjakan investornya dengan fasilitas wah. Banyak juga perusahaan sekuritas yang menjalankan bisnis apa adanya, standar dan semata-mata hanya memainkan peran sebagai pialang biasa. Semata-mata cuma meneruskan order beli atau jual dari nasabahnya. Selebihnya tidak. Perbedaan pelayanan seperti di atas, menurut Sanusi, Sekjend Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI), akan sangat mempengaruhi minat dan loyalitas investor.
Bagi investor yang orientasinya pada biaya transaksi (transaction fee) yang murah, mereka cenderung bermain di perusahaan sekuritas yang fasilitasnya standar. “Ini biasanya investor kecil, yang aktif trading harian,” katanya.
Tapi investor yang besar, institusi atau bahkan investor asing, mereka akan memilih perusahaan broker yang memberikan fasilitas lengkap. “Investor besar ini biasanya bermain rasional dan atas dasar fundamental. Mereka sangat mengacu pada hasil riset,” tuturnya. (*)

Tidak ada komentar: